Marketing & Relationship 24 Hour
WeCreativez WhatsApp Support
Marketing, Relationship 24 Hour
Available
WeCreativez WhatsApp Support
Fiberzone by Varnion
Langganan Internet Gratis CCTV
Available
Marketing & Relationship 24 Hour

24 Hour Indonesia

24HOUR.ID Logo
24HOUR.ID Logo Portfolio Careers Contact Us Works Malang Today Call Us!
Call Us!

Home » Mendengar Kembali ‘My First Love’: Cetak Biru Musikalitas Ciamik Vierratale yang Tak Lekang oleh Waktu

Mendengar Kembali ‘My First Love’: Cetak Biru Musikalitas Ciamik Vierratale yang Tak Lekang oleh Waktu

July 31, 2026
Vierratale Konser Pita Kita 2026

Vierratale Konser Pita Kita 2026

Ada alasan kuat mengapa Vierratale (dahulu Vierra) tetap berdiri kokoh sebagai salah satu band pop paling berpengaruh di Indonesia selama hampir dua dekade. Di tengah bongkar-pasang tren musik tanah air, karya-karya mereka selalu menemukan jalan untuk tetap relevan, dicintai Gen Z, dan terus diputar dari panggung festival hingga kafe-kafe tempat nongkrong.

Jika kita melacak kembali akar keberhasilan tersebut, jawabannya bermuara pada mahakarya debut mereka di tahun 2009: album “My First Love”.

Album My First Love bukan sekadar kumpulan lagu hit yang kebetulan viral. Secara musikalitas, album ini menjadi masterpiece berkat kejeniusan aransemen Kevin Aprilio yang memadukan dentingan piano klasik nan teatrikal, ketukan drum power-pop yang dinamis, serta permainan gitar Raka Cyril yang melodius namun bertenaga.

Sebut saja lagu-lagu legendaris seperti “Dengarkan Curhat”, “Seandainya”, “Bersamamu”, hingga “Perih”. Struktur lagunya dibangun dengan alur emosi yang presisi. Namun, ramuan tersebut tidak akan sempurna tanpa kehadiran sang frontwoman, Widy Soediro.

Widy menghadirkan warna vokal yang sangat khas: jernih, jujur, tanpa teknik yang berlebihan, namun mampu menyampaikan kerapuhan sekaligus kekuatan emosi secara bersamaan. Kombinasi instrumen yang megah dan kepolosan vokal Widy inilah yang menciptakan identitas musikalitas Vierratale yang iconic dan tidak bisa ditiru oleh band lain.

Lagu-lagu di album My First Love bertema sederhana—tentang cinta monyet, rasa cemas digantung kepastian, hingga perihnya dikhianati. Namun karena dikemas dengan musikalitas yang matang, lagu-lagu tersebut berubah menjadi arsip memori kolektif.

Bagi generasi yang tumbuh di tahun 2000-an, lagu Vierratale adalah mesin waktu menuju masa remaja. Sementara bagi generasi Gen Z hari ini, aransemen musik mereka terasa fresh, dramatis, dan sangat pas untuk menyuarakan dinamika emosi anak muda modern. Itulah definisi sejati dari karya musik yang lestari.

ada baiknya kita membongkar gambaran lagu-lagu dari My First Love yang pastinya akan mereka bawakan di atas panggung nanti.

“Dengarkan Curhatku”
Tidak butuh waktu lama untuk memilih lagu ini sebagai kandidat track terbaik dari My First Love. Intro yang bergaung, kuatnya permainan piano Kevin, hingga chorus to the point untuk meminta jujur atas rasa cinta menjadi gambaran tepat dari “Dengarkan Curhatku”. Pengulangan kalimat di dalam chorus sudah pasti menciptakan paduan suara setiap Vierratale tampil.

“Perih”
Track drum, piano, dan gitar yang menari-nari sebagai fondasi lantunan suara Widy menjadi nilai musikalitas yang kuat dari “Perih”. Saya membayangkan semua tangan penonton akan diangkat sambil digerakkan ke kiri dan kanan sebelum akhirnya masuk ke chorus yang ingin tetap mencoba kuat di dalam cobaan hubungan cinta.

“Bersamamu”
Lantunan piano yang menjadi instrumen utama dari “Bersamamu” membawa kita seperti sedang menonton perjalanan cinta dari sebuah film Disney. Nomor romantis ini memiliki komposisi pelan tapi pasti yang dibangun mencapai klimaks di penghujung lagu. Ending-nya pun berakhir manis dan penuh semangat.

“No!”
Distorsi gitar langsung menyerang saat “No!” diputar yang tentunya berkat faktor dari background musik Raka sendiri. Lirik bahasa Inggris dipilih Kevin untuk lagu ini dengan penulisan yang simple. Titik seru lainnya ada dari permainan drum Tryan yang membawa New Wave-esque di bagian chorus. Seharusnya lagu ini bisa lebih terkenal lagi.

“Terbang”
Saya sempat tertipu saat mendengar lagu ini. Ternyata ada twist di bagian intro-tidak hanya soal komposisi musiknya, tapi ada vokal Tryan di dalamnya. Bisa dibilang lagu ini membawa tren yang lagi dijaga setelah lagu “No!” yang cukup nge-rock. Inilah salah satu hal yang disadari setelah mendengar My First Love berurutan dari awal hingga terakhir.

“Rasa Ini”
Ada treatment yang sama dalam “Rasa Ini” seperti “Bersamamu”. Bait pertama yang hanya diiringi piano sudah membuat lagu ini sangat nyaman di telinga. Tapi ketika kita dibawa masuk ke dalam chorus, saya sangat senang mendengar suara Widy yang terdengar seperti menggunakan teknik mixing double tracking sehingga membuat suaranya yang tipis menjadi lebih bold dan memorable. Manis sekali.

“Jadi Yang Kuinginkan”
Nomor energik yang memang tidak sekeras “Terbang” atau “No!”, tapi sudah cukup membuat para penonton bergoyang saat dimainkan di atas panggung. Tidak ada yang terdengar salah atau kurang dari “Jadi Yang Kuinginkan”. Vierratale berhasil menciptakan lagu anthemic yang layak menjadi encore mereka.

“Manusia”
Ada aura New Wave di awal “Manusia”, lalu disambut sayatan gitar Raka yang sempat memberikan harapan besar untuk jadi jagoan dalam komposisi lagu ini. Namun ternyata Vierratale malah membawa kita ke zona nyaman karena “Manusia” terdengar sangat catchy dalam bentuk sederhana.

“Seandainya”
Sepertinya sudah tidak terlalu perlu dijelaskan tentang lagu “Seandainya”. Nomor paling perfect dari rangkaian lagu My First Love. Semua personil Vierratale paham bagaimana mengeluarkan skill terbaik mereka dalam porsi yang tepat. Saya yakin kalian juga setuju dengan statement ini: tidak ada kekurangan yang bisa didengar dari “Seandainya”.

“Bintang”
Lirik yang penuh harap untuk bintang jatuh untuk mengabulkan permohonan sangat menggambarkan gambaran lirik Vierratale. “Bintang” yang dipilih sebagai nomor pamungkas memang tidak sebaik lagu-lagu sebelumnya, tapi setidaknya tetap menunjukkan inspirasi utama Vierratale.

Mendengar kembali My First Love dari Vierratale memberikan satu kesimpulan bahwa mereka telah menjadi unit mesin hits demi hits yang lestari bahkan hingga hitungan belasan tahun. Setiap festival musik yang membawa mereka sebagai performer pun selalu menjanjikan aksi panggung yang optimal.

Rasakan Kemegahan Aransemen Vierratale Secara Live di Konser Pita Kita 2026!

Mendengarkan album My First Love lewat headphone memang selalu berhasil menerbitkan kerinduan. Namun, berada di dalam Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) pada Selasa, 30 September 2026 nanti akan memberikan pengalaman yang jauh lebih emosional dan magis.

Sebagai salah satu penampil utama dalam gelaran bertema “When Women Take The Stage”, Vierratale siap menyuguhkan pertunjukan musikalitas berkelas. Bayangkan saat intro piano khas Kevin mulai bergema di dalam venue, dan kamu bernyanyi bersama ribuan pasang suara melepas segala penat rasa di dada.

Tiket Presale 2 (155K) Masih Tersedia—Amankan Kursimu Sekarang!

Antusiasme penonton untuk menyaksikan kombinasi musikalitas Vierratale, Niken Salindry, dan Naykilla sangat luar biasa. Terbukti, kategori Early Bird dan Presale 1 telah dinyatakan Sold Out.

Saat ini, penjualan tiket memasuki fase Presale 2 (Official Ticket) seharga Rp155.000. Jangan tunda lagi keputusanmu sebelum kuota tiket fase ini kembali ludes!

  • Beli Tiket Langsung via Celestix: Klik di Sini – Celestix Konser Pita Kita (Presale 2 Rp155.000)

  • Informasi Event & Rundown: Pantau akun Instagram resmi @konserpitakita dan dapatkan berita eksklusifnya hanya di 24hour.id.

Logo 24 Hour Indonesia Vertical
24 Hour Indonesia

Media Online, IT Business Development, & Creative Digital Business Analyst, Explain Your Obstacle, Let Us BeYour Solver

Related Posts

Lebih Dari Sekadar Konser! Konser Pita Kita 2026 Jadi Festival Musik & Lifestyle Paling Wajib Didatangi Di Malang

HARI H SHOWTIME! Panduan Lengkap Konser Pita Kita 2026 di Graha Cakrawala UM: Dari Penukaran Gelang, Jajanan Tenant, Do’s & Don’ts, Hingga Link Live Update

by 24 Hour Indonesia
September 30, 2026
0

Hari yang dinanti seluruh penikmat musik Malang Raya akhirnya tiba! Hari ini, Rabu, 30 September 2026, panggung megah Konser Pita...

Rundown Konser Pita Kita 2026

H-5 Menuju Showtime! Rundown Resmi Konser Pita Kita 2026 Dirilis: Cek Jadwal Tampil Niken Salindry, Naykilla, Hingga Vierratale

by 24 Hour Indonesia
September 25, 2026
0

Tinggal menghitung hari menuju perhelatan musik dan lifestyle paling dinantikan di Malang Raya! Pada Rabu, 30 September 2026, gedung Graha...

Konser Pita Kita 2026 X Kopi Kenangan Siap Dampingi Sesi Nostalgia Musik & Kenangan Manis!

Konser Pita Kita 2026 x Kopi Kenangan Siap Dampingi Sesi Nostalgia Musik & Kenangan Manis!

by 24 Hour Indonesia
September 25, 2026
0

Gelombang antusiasme menuju panggung perayaan musik dan lifestyle terbesar di Jawa Timur semakin mendekati puncaknya! Pada Rabu, 30 September 2026,...

Kelezatan McDonald’s Hadirkan ‘Mood Booster’ Sempurna

Perpaduan Energi Musik Pita Kita 2026 & Kelezatan McDonald’s Hadirkan ‘Mood Booster’ Sempurna

by 24 Hour Indonesia
September 25, 2026
0

Menjelang puncaknya pada Rabu, 30 September 2026, antusiasme ribuan penikmat musik Malang Raya untuk memadati Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang...

Our Map Venue Konser Pita Kita

H-8 Menuju Showtime! Intip Peta Venue Resmi Konser Pita Kita 2026 di Graha Cakrawala Malang

by 24 Hour Indonesia
September 22, 2026
0

Hitung mundur perhelatan musik dan lifestyle paling ditunggu di Jawa Timur sudah memasuki fase krusial! Tinggal menghitung hari menuju Rabu,...

Intip Kejutan Kolaborasi Spesial Naykilla X Ryo & Yung Caters

Hitung Mundur Konser Pita Kita 2026: Intip Kejutan Kolaborasi Spesial Naykilla x Ryo & Yung Caters

by 24 Hour Indonesia
September 9, 2026
0

Gelombang antusiasme penikmat musik Malang Raya semakin tak terbendung. Menghitung hari menuju perhelatan megah Konser Pita Kita 2026 pada Rabu,...

Konser Pita Kita 2026 Resmi Buka 'open Tenant', Cek Syarat & Cara Daftarnya Di Sini

Konser Pita Kita 2026 Resmi Buka ‘Open Tenant’, Cek Syarat & Cara Daftarnya di Sini

by 24 Hour Indonesia
September 3, 2026
0

Menjelang hari puncak gelaran musik dan lifestyle terbesar di Malang Raya pada Rabu, 30 September 2026, panitia penyelenggara Konser Pita...

Lebih Dari Sekadar Konser! Konser Pita Kita 2026 Jadi Festival Musik & Lifestyle Paling Wajib Didatangi Di Malang

Lebih Dari Sekadar Konser! Konser Pita Kita 2026 Jadi Festival Musik & Lifestyle Paling Wajib Didatangi di Malang

by 24 Hour Indonesia
August 28, 2026
0

Dunia pertunjukan musik tanah air kembali bersiap menyambut salah satu perhelatan paling dinantikan tahun ini. Pada Selasa, 30 September 2026,...

Tiket Presale 2 Konser Pita Kita 2026 Resmi Dibuka Hari Ini Pukul 12.00 Wib

Special Promo Kemerdekaan! Klaim Diskon 17K Tiket Konser Pita Kita 2026 Pakai Kode Voucher ‘KPK17’

by 24 Hour Indonesia
August 17, 2026
0

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menjadi momen terbaik untuk merayakan kebebasan, persatuan, dan ekspresi karya anak bangsa. Semangat inilah yang...

Paket Bundling 'circle' 4 Tiket Konser Pita Kita 2026

Lebih Ekonomis, Paket Bundling ‘Circle’ 4 Tiket Konser Pita Kita 2026, Intip Alasan Kenapa Wajib Datang Berempat !

by 24 Hour Indonesia
August 8, 2026
0

Siap-siap pasang pengingat di ponselmu! Menyusul Sold out paket Couple Ticket beberapa waktu lalu, pihak penyelenggara Konser Pita Kita 2026...

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo 24 Hour Indonesia Footer

Copyright 2025

Buring St. 09, Oro-Oro Dowo, Klojen, Malang City, East Java, Indonesia

+628113678090

Works Portfolio Careers
Operated by Happiness & Pressure
imunify-bot-check
11102
No Result
View All Result
  • Buy JNews