Penyelenggaraan festival musik tak pernah lepas dari kejutan tak terduga. Hal ini pula yang terjadi pada edisi perdana Signaturee Festival 2022 di Kusuma Agrowisata, Kota Batu. Hanya berselang H-2 sebelum acara digelar pada 23 Juli 2022, sebuah kabar mengejutkan datang: Nadin Amizah, salah satu penampil utama yang paling ditunggu, terpaksa membatalkan penampilannya.
Melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (21/7/2022), pelantun Bertaut tersebut mengumumkan bahwa dirinya dinyatakan positif terpapar COVID-19 setelah mengalami gejala berat. Rencana untuk membawakan panggung puitis di tengah syahdunya kabut Kota Batu pun harus pupus. Ribuan penggemar yang telah mengamankan tiket demi melihat sang idola jelas merasakan kekecewaan mendalam.
View this post on Instagram
Di tengah situasi darurat tersebut, pihak promotor Signaturee Festival harus bergerak cepat mencari nama pengganti yang sepadan. Pilihan akhirnya jatuh pada duo indie-folk legendaris asal Surabaya, Silampukau.
View this post on Instagram
Pro dan Kontra: “Siapa Silampukau?”
Alih-alih meredakan kekecewaan, pengumuman pergantian line-up ini justru memicu riuh pro dan kontra di media sosial. Kolom komentar akun resmi festival seketika dibanjiri pertanyaan dari sebagian netizen—terutama dari basis penggemar Nadin Amizah yang didominasi oleh Generasi Z—yang merasa asing dengan nama penggantinya.
Komentar bernada skeptis seperti “Silampukau itu siapa?” hingga permintaan refund tiket sempat mewarnai lini masa. Fenomena ini seolah memperlihatkan adanya gap generasi dalam skena musik indie Tanah Air. Bagi pendengar baru, nama Nadin adalah magnet utama, namun bagi penikmat musik arus pinggir era 2010-an, kehadiran Silampukau yang digawangi oleh Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening justru merupakan sebuah “harta karun” yang langka turun gunung.
Belum kenal dengan kami?
Ya gpp besties. Toh, kami juga belum terlalu mengenal diri sendiri. Biasanya seseorang butuh perjalanan panjang untuk bisa mengenali diri sendiri, sedang perjalanan kami masih berusia 13 tahun. Masih remaja. Masih banyak yang harus dipelajari.
🧵
— Orkes Silampukau (@silampukau) July 29, 2022
Silampukau Menjawab Lewat Karya dan Candaan
Menghadapi sentimen audiens yang meragukan mereka, Silampukau meresponsnya dengan gaya khas arek Suroboyo: santai, membumi, dan penuh satir.
Saat akhirnya naik ke atas panggung Signaturee Festival 2022 di tengah hawa dingin Kota Batu, duo ini tak canggung mengakui posisi mereka sebagai “pemain pengganti”. Dengan nada bercanda khasnya, Kharis dan Eki menyapa penonton, meredakan ketegangan, dan seakan meminta izin untuk meminjam panggung yang seharusnya milik Nadin malam itu.
Sikap rendah hati dan penuh humor itu seketika mencairkan suasana. Skeptisisme penonton luntur saat petikan gitar akustik mulai mengalun membawakan Puan Kelana, Doa 1, hingga Lagu Rantau (Sambat Ompong). Lirik-lirik Silampukau yang memotret realitas kehidupan sehari-hari terasa begitu mengena, memberikan dimensi kehangatan yang berbeda—lebih merakyat dan raw—berbeda dengan nuansa melankolis yang biasanya disajikan Nadin.
Di akhir penampilan mereka, banyak penonton muda yang awalnya bertanya “Siapa Silampukau?” justru ikut bergoyang dan menikmati lantunan nada mereka. Penampilan di Signaturee Festival 2022 bukan hanya menyelamatkan jalannya acara, tetapi juga menjadi momen pembuktian bagi Silampukau, sekaligus ajang perkenalan lintas generasi yang tak terencana namun berakhir manis.
Kejadian ini menjadi salah satu catatan sejarah paling ikonik bagi Signaturee Festival. Sebuah bukti bahwa dalam sebuah festival musik, kejutan yang awalnya direspons dengan keraguan bisa berujung pada pengalaman magis yang tak terlupakan.

Media Online, IT Business Development, & Creative Digital Business Analyst, Explain Your Obstacle, Let Us BeYour Solver







