Pernahkah kamu mendengar sebuah lagu, lalu tiba-tiba ingatanmu terlempar kembali ke masa beberapa tahun lalu? Ke masa di mana kamu sedang kasmaran setengah mati, atau justru saat kamu sedang menangis di pojok kamar karena patah hati? Bagi generasi yang tumbuh bersama musik 2000-an hingga Gen Z hari ini, mesin waktu itu bernama Vierratale.
Menjelang penampilan mereka di Konser Pita Kita 2026 pada Selasa, 30 September 2026 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), mari kita buka kembali lembaran memori lewat lagu-lagu mereka. Karena disadari atau tidak, lagu Vierratale selalu punya cara ajaib untuk merekam setiap fase hubungan spesial kita.
1. Fase Kasmaran: Ketika Dunia Hanya Milik Berdua (“Bersamamu”)
Mari kita mulai dari fase yang paling indah. Ingatkah kamu saat pertama kali jatuh cinta? Saat getaran di dada terasa begitu nyata hanya karena menerima pesan singkat darinya? Vierratale merangkum kesucian dan indahnya komitmen masa muda itu lewat lagu “Bersamamu”.
Liriknya yang puitis namun sederhana seolah menjadi janji setia yang ingin kita bisikkan ke telinga orang tersayang. Mendengarkan lagu ini selalu berhasil memanggil kembali memori tentang senyuman pertama, gandengan tangan pertama, dan harapan-harapan manis yang pernah kita rajut bersama seseorang.
2. Fase Digantung: Dilema Cinta yang Tak Pasti (“Terlalu Lama” & “Seandainya”)
Namun, tidak semua perjalanan cinta berjalan mulus. Ada kalanya kita terjebak di area abu-abu—fase “hubungan tanpa status” atau menanti kepastian yang tak kunjung datang. Di sinilah Kevin Aprilio menunjukkan kejeniusannya lewat lagu “Terlalu Lama” dan “Seandainya”.
Seandainya adalah lagu wajib bagi siapa saja yang hanya bisa mencintai dalam diam, memendam rasa, dan dipenuhi pengandaian yang tak pernah terwujud. Sementara Terlalu Lama menjadi anthem ketegasan bagi perempuan yang lelah digantung oleh janji-janji manis. Lagu-lagu ini menghidupkan kembali memori tentang malam-malam panjang yang dihabiskan hanya untuk mempertanyakan isi hati sang kekasih.
3. Fase Patah Hati: Merayakan Luka dengan Jujur (“Perih”)
Lalu, tibalah kita pada fase yang paling dihindari, namun paling mendewasakan: perpisahan dan pengkhianatan. Ketika komitmen hancur, Vierratale hadir tidak untuk menghibur dengan kata-kata motivasi, melainkan mengajak kita menyelami rasa sakit itu lewat “Perih”.
Melalui vokal Widy yang penuh penghayatan, lagu ini memvalidasi bahwa menangis dan merasa hancur karena cinta itu adalah hal yang normal. “Perih” menjadi ruang aman bagi para perempuan untuk melepaskan seluruh emosi negatif, hingga akhirnya siap untuk melangkah lagi.
Mari Rayakan Seluruh Memori Hidupmu di Konser Pita Kita 2026!
Semua lagu di atas bukan sekadar barisan lirik dan nada. Mereka adalah bagian dari sejarah hidupmu, saksi bisu dari air mata dan tawa yang membentuk dirimu yang hari ini: perempuan yang jauh lebih kuat dan berdaya.
Mendengarkan lagu-lagu ini di aplikasi streaming tentu menyenangkan, tetapi bernyanyi lantang bersama ribuan orang yang memiliki memori serupa langsung di depan Widy, Kevin, dan Raka adalah sebuah pengalaman healing massal yang magis. Graha Cakrawala UM akan menjadi ruang aman bagimu untuk merayakan cinta, mengenang memori, dan melepaskan masa lalu.
Jangan biarkan dirimu menyesal karena hanya bisa menyaksikan momen emosional ini lewat layar smartphone.
Pintu Resmi Pembelian Tiket:
Amankan Tiketmu Sekarang: Celestix – Konser Pita Kita
Dapatkan Kejutan Update Selanjutnya: Ikuti akun Instagram resmi di @konserpitakita dan pantau terus kabarnya eksklusif hanya di 24hour.id.

Media Online, IT Business Development, & Creative Digital Business Analyst, Explain Your Obstacle, Let Us BeYour Solver










