Hitung mundur menuju 28 September 2024 semakin terasa. Signaturee Festival 2024 siap kembali menyapa warga Malang Raya dengan konsep “Piknik Estetik” andalannya di hamparan hijau Lapangan Bola Kusuma Agrowisata, Kota Batu. Dari deretan line-up memukau yang diumumkan tahun ini, ada satu nama yang warna musiknya diprediksi akan sangat menyatu dengan kabut dan syahdunya udara pegunungan.
Bagi penikmat musik arus pinggir (indie) masa kini, nama Bilal Indrajaya seolah menjadi angin segar di tengah cepatnya tren industri. Dengan suara baritonnya yang berat, elegan, dan mendalam, Bilal sukses membawa DNA pop klasik Indonesia era 80-an kembali relevan di telinga Generasi Z.
Namun, tahukah kamu bahwa pelantun hits Niscaya ini dulunya adalah seorang budak korporat yang duduk di balik meja kantor?
Meninggalkan Keamanan Demi Panggilan Jiwa Lahir di Jakarta pada 19 Desember 1995, Bilal Ahmad Indrajaya awalnya menjalani hidup layaknya pemuda pada umumnya. Setelah lulus kuliah dari jurusan psikologi, ia bekerja sebagai staf Human Resources (HR) di sebuah perusahaan. Menjalani rutinitas dari jam 9 pagi hingga 5 sore ternyata tak mampu memadamkan api kecintaannya pada musik—passion yang telah ia pupuk sejak kecil dengan mengidolakan The Beatles dan Dewa 19.
Di sela-sela kebosanan rutinitas kantor, ia bermusik bersama kawan-kawannya di band rock bernama “RHYM” sebagai gitaris. Namun, panggilan hatinya terlalu kuat. Bilal akhirnya mengambil keputusan berani: mengundurkan diri dari pekerjaannya yang stabil, keluar dari zona nyaman, dan merintis karier sebagai solois.
Langkah nekatnya berbuah manis. Mengusung alter-ego musikal bergaya old soul dan melankolis, Bilal merilis single Biar pada tahun 2018. Namun, titik balik terbesarnya datang pada 2021 lewat lagu Niscaya yang diproduseri oleh trio hitmaker Laleilmanino. Lagu bernuansa retro-pop ini meledak di pasaran, mengantarkannya pada perilisan album debut yang sangat dipuji kritikus, Nelangsa Pasar Turi (2023).
View this post on Instagram
Romansa Bariton di Tengah Kabut Kota Batu Kini, Bilal Indrajaya bersiap membawa romansa klasiknya ke atas panggung Signaturee Festival 2024. Membayangkan penampilannya di Kusuma Agrowisata nanti rasanya sudah membuat merinding.
Bayangkan kamu sedang duduk santai di atas tikar piknik, mengenakan jaket hangat, dengan segelas minuman hangat di tangan, ditemani hembusan udara sejuk Kota Batu. Lalu, dari atas panggung, alunan musik orkestral yang megah berpadu dengan suara bariton Bilal mulai melantunkan lirik puitis dari lagu Saujana atau Ruang Kecil.
Atmosfer vintage yang dibawa oleh musik Bilal seolah memang diciptakan untuk dinikmati di tengah suasana syahdu pegunungan. Momen puncak pasti akan terjadi saat intro lagu Niscaya dimainkan. Ribuan penonton dipastikan akan bernyanyi bersama, menciptakan sebuah paduan suara emosional di bawah langit malam Kota Batu.
Bagi kamu yang ingin merasakan langsung magisnya nostalgia bersama Bilal Indrajaya, Kunto Aji, Danilla, Bernadya, Sal Priadi, dan Fahem, pastikan kamu sudah mengamankan tiketmu. Jangan sampai kehabisan, karena Signaturee Festival 2024 bukan sekadar konser—ini adalah sebuah ruang di mana musik, alam, dan perasaan melebur menjadi satu memori indah.
Sampai jumpa di hamparan rumput Kusuma Agrowisata pada 28 September nanti!

Media Online, IT Business Development, & Creative Digital Business Analyst, Explain Your Obstacle, Let Us BeYour Solver











