Jika ada satu kata yang bisa mendeskripsikan penampilan Bernadya di panggung Signaturee Festival 2024 pada Sabtu (28/9/2024) malam, kata itu adalah: Magis. Hamparan rumput hijau Kusuma Agrowisata dan dinginnya kabut Kota Batu seolah menjadi panggung teater yang disiapkan semesta untuk menyambut lantunan lirik-lirik sendu dari sang penyanyi.
Bagi ribuan penonton yang hadir duduk beralaskan tikar piknik malam itu, kedinginan bukanlah masalah. Sebab, Bernadya sukses menghangatkan suasana lewat “patah hati massal” yang ia pimpin langsung dari atas panggung.
Siapakah Bernadya? Fenomena Pop Masa Kini Bagi kamu yang mungkin baru mengenalnya, Bernadya Ribka Jayakusuma bukanlah nama yang muncul secara instan. Dara kelahiran Surabaya, 16 Maret 2004 ini telah merajut mimpinya sejak belia. Berawal dari audisi The Voice Kids Indonesia pada 2016 (masuk ke dalam tim Tulus), ia kemudian sempat membentuk duo Celine & Nadya bersama sang kakak pada 2018.
Namun, takdirnya bersinar paling terang saat ia memutuskan bersolo karier di bawah naungan Juni Records pada 2022. Kemampuannya menulis lirik yang sangat relatable dengan keresahan Gen Z, dipadukan dengan vokalnya yang lembut namun menyayat hati, membuatnya melesat bak roket.
Lagu debutnya, Apa Mungkin, langsung meledak. Puncaknya, album terbarunya Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan sukses memecahkan rekor sebagai album yang paling banyak didengarkan dalam sehari di Spotify Indonesia. Ia adalah ratu bedroom-pop yang mewakili isi kepala ribuan anak muda yang sedang patah hati.

Momen Puitis di Bawah Langit Kota Batu Kembali ke malam di Kusuma Agrowisata. Saat Bernadya naik ke atas panggung dengan balutan busana hitam khasnya, sorak-sorai penonton seketika mengubah atmosfer lapangan. Konsep “Piknik Estetik” yang diusung Signaturee Festival rupanya adalah wadah paling sempurna untuk menikmati musik Bernadya.
Tidak ada desak-desakan. Penonton duduk manis di atas tikar, ditemani lampu-lampu warm white yang temaram, jas hujan, dan secangkir minuman hangat. Ketika intro lagu Satu Bulan mulai dimainkan, magis itu terjadi. Ribuan orang bernyanyi bersama, menyuarakan rasa gagal move on dengan lantang hingga suaranya membelah kabut malam.
“Selamat malam, Batu. Dingin banget ya di sini, sedingin sikap dia ke kamu akhir-akhir ini,” sapa Bernadya yang langsung disambut tawa getir dan teriakan gemuruh dari penonton.
Setiap lagu yang dibawakan, mulai dari Kini Mereka Tahu hingga Lama-Lama, dilantunkan layaknya sesi terapi massal. Menyaksikan ribuan orang dari berbagai usia saling merangkul, menyeka air mata, lalu tersenyum lega setelah bernyanyi bersama Bernadya adalah pemandangan yang tak akan mudah dilupakan.
Penampilan Bernadya di Signaturee Festival 2024 bukan sekadar konser musik. Malam itu adalah sebuah ruang aman (safe space) di mana rasa sedih dirayakan dengan sangat estetik, syahdu, dan elegan. Sebuah pengalaman piknik emosional yang sukses membekas di hati semua yang hadir.

Media Online, IT Business Development, & Creative Digital Business Analyst, Explain Your Obstacle, Let Us BeYour Solver










